Langsung ke konten utama

Postingan

Hidup Minimalis: Menyederhanakan Keinginan, Memperbanyak Menebar Kebaikan

Gue terlahir sebagai perempuan yang impulsif. Yang gak terlalu memikirkan konsekuensi dari setiap tindakan yang diambil. Apakah itu menjadi sebuah kekurangan? Gak juga sih. Ada untungnya juga lho mempunyai sifat ini. Gue jadi gak perlu mikir lama-lama kalo mau mutusin sesuatu. Gak ribet ini itu. Iyain aja dulu. Masalah resiko itu belakangan. Lagian, what is life if not a gamble ? #Pembelaan Sifat impulsif itu juga kebawa kalo lagi belanja. Sebagai manusia yang penuh dengan khilaf dan lemah iman, gue dulu suka berbelanja sesuatu yang gue anggep "lucu, imut, atau beli dulu deh karena masih belum punya warna atau model begini". Yang gue pikirin saat iti adalah gue harus punya. Pokoknya, kalo ke mall pulang tanpa nenteng sesuatu itu rasanya kayak ada yang kurang. Sama kayak kalo abis keluar dari aplikasi e-commerce tanpa ada barang yang di-check out, rasanya ngeganjel aja gitu di hati~ Ketika gue belum punya lipstick merk X, gue beli. Ternyata pas dicek lagi, gue punya ...

Surga Itu di Bawah Telapak Kaki & di Masakan Ibu

Gue: Bu, aku lagi pengen makan donat. Sabtu ajarin cara bikinnya ya Ibuk : Okee *Sabtu pagi jam 8an gue bangun dengan penuh semangat Gue: Buk, ayukkk bikin donat Ibuk: Itu udah jadi donatnya Gue: *melongooo* foto lama Ibuk (mertua gue) selalu bangun pagi. Bahkan jauh lebih awal dari gue dan pak suami. Setiap pagi tangannya yang walaupun sudah keriput dan mata terkantuk, tapi ia tetap lihai mengiris bawang, memotong cabai, dan merajangnya kecil-kecil. Rasa perih, atau panas terkena cipratan minyak mungkin sudah biasa baginya. Tapi tak pernah ia hiraukan. Biasanya, ibuk memulai menyiapkan bahan makanan yang akan dimasak besok pagi pada malam sebelumnya. "Kalo disiapin besok pagi, duh gak bakal kekejar", katanya pada gue. Setiap malam dia duduk di lantai, mengiris bahan makanan yang akan dimasak sambil menonton sinetron kesukaannya "Cinta Yang Hilang". Kadang sesekali gue bantu, tapi lebih sering enggak. Ya gimana, gue bukannya mempermudah kerjaa...

"Berusaha"

Perihal tentang sebuah kata yang disebut "berusaha".  Kita manusia tugasnya adalah mencoba dengan sepenuh jiwa dan raga.  Tak lupa diberi sedikit bisikan doa dan percaya, bahwa  DIA tidak pernah alpa.  Tenang saja, semua sudah diatur sebagaimana mestinya.  Coba, coba, dan coba.  Jika suatu saat lelah mendera, ambillah jeda.  Tak usah pura-pura perkasa. Itu hanya sementara.  Meski harus menyeka air mata, kembalilah berusaha dan meminta.  Karena katanya, tidak akan ada yang sia-sia.  Bila tiba masanya, semua akan berjalan semestinya.  Sisanya, giliran semesta yang bekerja.  Tak perlu iba, kecewa, atau mendrama.  Simpan saja, semua.  Sabar yang kau jaga pasti ada balasnya.  Jika DIA sudah bersabda, kita wajib percaya. 20:35 -di depanmu- foto saya

Selamat Ulang Tahun, Lelakiku

Selamat ulangtahun lelakiku. Sebagai sesama Pisces yang gampang baper dan emosian, saya paham betul gak mudah untuk bisa menerima ketika adakalanya kita bersebrangan. Aku dengan argumenku, kamu dengan argumenmu. Tapi percayalah, Pisces gak serumit itu kok. Karena katanya sih Pisces sama Pisces adalah pasangan terbaik. So, let's do this fuckin life together  🥂 😂

Dua ribu sebelas

Dua ribu sebelas Dunianya hanya tentang bangun di minggu pagi, menonton kartun kesukaannya, bermain prosotan, dan makan sup daging di sekolah.  Hari itu orang-orang ramai sekali datang kerumahnya. Dia sangat senang, karena hari itu hari raya.  Dia bersuka cita. Bermain kesana kemari, lari-lari mengelilingi rumahnya. Orang-orang memeluknya. Menciumnya. Mengusap kepalanya.  Dia masih sangat kecil. Lugu sekali.  Dia belum kenal sakitnya kematian.  Di sebelahnya, ia menyaksikan ayahnya tidur. Orang-orang mengaji mengelilingi ayahnya. Menangis. Tapi dia masih tidak paham apa yang terjadi.  Yang ia tau, hari itu adalah hari terakhir ia melihat ayahnya tidur. Selamanya.  :'

Lyfe Hack Jadi Perempuan Mandiri di Ibukota

foto: https://8tracks.com 1. HARUS PUNYA MUKA JUDES 2. HARUS PUNYA MUKA JUDES 3. HARUS PUNYA MUKA JUDES 4. HARUS PUNYA MUKA JUDES 5....DST

Merayakan Kebahagiaan dengan Seplastik Kopi

angkat plastikmu kawan!! Dear para coffe snob , kapan dan gimana sih waktu dan tempat terbaik buat meminum kopi versi kamu? Saat senja hari,  bersama gebetan,  di kedai kopi yang instagram-able, pencahayaan yang esksotis, ada wifi, dan ada pendingin ruangan? Terus juga gelas kopi yang mahal, sofa yang empuk, dan pajangan quote-quote yang inspiratif? Gak ada yang salah dengan hal itu. Sama sekali gak. Semua orang berhak menentukan standar kebahagiaan versi mereka sendiri. Tapi, berkunjung ke kedai es kopi Tak Kie akhir pekan lalu menggeser sedikit pandangan gue tentang sebuah "standar kebahagiaan".  Mungkin sebagian dari kalian udah pernah mengunjungi kedai kopi yang berlokasi di Gang Gloria, Glodok ini. Gang? Iya. Kedai es kopi ini lokasinya berada di dalam gang sempit yang kanan kirinya riuh dipenuhi para penjual makanan. Gak seperti kedai kopi pada umumnya, kedai kopi Tak Kie ini justru amat sangat............ Awesome. Kenapa? Pertama, dari segi lok...