Ini bukan resensi film. Bukan juga resensi novel. Gue sama sekali gak mahir dalam kedua hal itu. Bukannya gak mau nyoba, tapi takut nanti kalah saing sama blog seorang kawan yang juga rajin mengulas resensi film dengan gaya khasnya yang kocak. Yang mau gue ceritain adalah pengalaman gue hanyut dan tenggelam dalam lautan air mata (ini seriusss) oleh sebuah novel bikinan Ibu Leila Chudori, yang juga difilmkan secara apik oleh sutradara Pritagita Arianegara. Hal yang pertama yang mau gue ceritain adalah tentang bagaimana gue jatuh cinta pada pandangan pertama dengan novel ini. Sejujurnya, gue adalah tipe pembaca yang suka menilai buku dari covernya. Karena gue percaya, seorang penulis hebat akan sangat total dalam menghasilkan sebuah karya. Bagaimana mungkin seorang penulis yang sudah susah payah menyusun sebuah cerita dari perkenalan-konflik awal-konflik makin serius- klimaks-antiklimaks- dan resolusi sedemikian rupa, tapi covernya didesain seadanya. Gue percaya, penul...