Langsung ke konten utama

Postingan

Kereta vs Trans Jakarta, Pilih Mana?

Semenjak dua bulan terakhir ini, gue 'mendadak' pindah haluan dari biker menjadi pengguna setia transportasi umum. Bukan apa-apa, jarak antara kantor dan rumah gue yang nun jauh di sana (Bekasi-Gatot Soebroto) membuat gue sering merasa kecapean kalau mengendarai motor setiap hari. Ditambah hati gue masih rapuh karena belum sembuh benar gara-gara dia-yang-tidak-mau-gue-bahas-lagi-itu. Belom lagi kemacetan selalu datang sepaket dengan debu, pengguna motor lain yang kadang gak punya hati, dan sejumput permasalahan lainnya :'). Itulah yang membuat hati gue mantap untuk pindah haluan.  Setiap harinya setiap jam stengah 7 pagi gue berangkat kerja dari rumah gue yang berada di timur Jakarta. Dari depan rumah, gue naik angkutan umum nomer 25 menuju Stasiun Cakung. Dari Stasiun Cakung, gue transit di Stasiun Manggarai. Kemudian dari Stasiun Manggarai kemudian gue sambung kereta lagi menuju stasiun cawang. Di Stasiun Cawang, gue berpindah menggunakan transjakarta menuju kanto...

Dalam jeda

Akhir-akhir ini gue lagi suka banget dengan kata-kata ‘jeda’. Biarpun terdengar simpel, tapi kata ini terdengar sangat indah buat gue. Ya, mungkin memang tergantung interpretasi masing-masing juga sih sebenernya. Jeda bagi gue adalah sebuah tempat peristirahatan. Dimana dia meminta gue untuk berhenti sejenak, setelah gue berjalan sangat jauh. Jeda bagi gue adalah sebuah kedamaian, ketika gue sudah lelah berjuang, dan menemukan tempat untuk bersandar walaupun sebentar. Jeda bagi gue adalah semangat baru. Bisa dibayangkan jika dunia ini tanpa jeda. Pasti manusia akan bekerja terus menerus hingga lupa waktu. Manusia tidak akan pernah puas dengan apa yang didapatnya, karena selalu ingin yang terbaik. Manusia bahkan juga bisa kelelahan karena tidak memiliki waktu beristirahat. Dalam sebuah kalimat, jeda berfungsi sebagai pemberi makna. Bayangkan jika sebuah kalimat tanpa jeda,mungkin kita tidak akan mengerti maksud dari kalimat tersebut.  Apa yang bisa dilakukan manusi...

Ribuan purnama?

Ini cerita bukan soal Cinta dan Rangga. Bukan pula soal kebaperan dan kegalauan anak muda yang ditinggal pergi kekasihnya. Ini cerita soal persahabatan yang terpisah hingga ribuan purnama, hingga mereka baru dipertemukan kembali di bulan suci.   Prolog gue serius amat ya .. Baiklah. Seperti yang elo elo semua tahu, setiap memasuki bulan Ramadhan jadwal buka puasa dari berbagai teman pun berdatangan. Mulai dari temen esde, temen ngaji, temen pesantren, temen SMP, temen SMA, temen les, temen kongkow, dan temen-temen lainnya. Bagi gue pribadi, gue bukan tipikal orang yang suka menghadiri semua undangan buka puasa itu. Bukan apa-apa bok, pengeluaran yang bakal dikeluarkan pastinya ga sedikitkan. Kecuali undangan buka puasa itu gretongan alias gratis.. tis..  tis.. Diantara undangan buka puasa bersama yang gue hadiri setiap tahunnya, buka puasa bersama temen esde adalah yang selalu ke-skip sama gue. Berbagai alasan mulai dari jadwal yang bentrok, ga nemu kontak, dan...

Demam lipstick ;*

Namanya juga wanita, pasti punya minimal dua atau bahkan lebih lipstick di dalam tas make upnya. Begitu juga gue. Dalam tas make up gue, ada sekitar 6 lipstick dari berbagai jenis mulai dari lip tint, lip balam, lip gloss dan lain-lain. Padahal, kalo ditanya,"Itu dipake semua emangnya, Meut?" Gue jawab "Ya enggalah, kan bibir gue cuma satu. Sayang aja kalo ditinggal di rumah nanti dia kesepian..." #baperlagi.. Beberapa minggu belakangan ini gue lagi keranjingan nonton video yutub para beauty vlogger dan beauty blogger gitu. Dari yang udah amatir, hingga yang dewa banget. Gue aja sampe takjub bin terpesona dengan make up bisa mengubah wajah seseorang sedrastis itu. Salah satu idola beauty blogger gue adalah Mba Sekar Arum. Gue malu ngetag nama dese disini, kan gue hanya fans yang tidak ada artinya layaknya daun-daun kering yang berguguran di taman.. Tapi,, Gue ngga bakal ngebahas soal how to draw eye brow like a pro , atau how to how to lainnya. Kare...

A new chapter

Hai!  Gue baru beres-beres blog gue yang sudah lama tidak terurus ini. Ganti layout, ganti tema, download sana download sini, sambil sesekali ngerecokin Mas Asep yang duduk sebelah gue lagi sibuk naikin berita. Maklum, gue sangat awam dengan dunia per-blog-an. Jadinya gue bawel nanya muluk. Hari ini gue lagi gabut banget karena deadline majalah udah kelar dan gak tau mau ngapain lagi. Daripada gue yutuban ga jelas, mending gue melakukan sesuatu yang bermanfaat mumpung lagi puasa juga (ga ada hubungannya juga sih..) New chapter, new beginning. Judul ini memiliki makna yang dalem (sumur keleus) dalem buat gue. Terlebih dua bulan terakhir ini hati gue diombang-abing dan dibolak-balik oleh Sang Maha Kuasa, karena DIA masih sayang sama gue. Meski kadang gue masih suka abai dengan perintah-NYA :"). Dua bulan terakhir ini gue berusaha keras menata kehidupan gue yang almost destroyed ini. #lebay Pertama, gue pindah rumah sekarang. Eh maksudnya, gue pindah numpang hidup s...

Manado <3

Mba Rani : mut, ada dua agenda liputan. Satu ke Bukittinggi satu ke Manado, mau yg mana? Mas Martin : Kalo gue jadi lo sih gue ke Manado mut, Bukittinggi kan lo bisa kesana pas mudik. Gue : Hmmm.... ok mba ran, Manado aja. Begitu kira-kira percakapan gue dengan Mba Rani dan Mas Martin beberapa waktu lalu. Yap, akhirnya ini liputan luar kota gue pertama kali setelah di kanal ekonomi. Tanggal 4 Desember gue pun berangkat. Jam 3 gue bangun, (pedahal sebenarnya juga gatidur si, takut ga kebangun) dan bersiap-siap. Dengan mata yang masi berat banget gue pun bergegas merapihkan diri. Setelah semuanya rapi, gue pun diantar ke bandara diantar oleh Om deri. Diperjalanan gue berpikir siapa temen gue nanti pas liputan disana. Soalnya bakalan garing banget pasti kalo liputan sendokiran.. -.- Gue pun iseng mengecek blackberry gue. Tetiba mata gue tertuju pada sebuah status BBM temen gue, bang mamat. Yaps, doi adalah salah satu temem liputan gue di BUMN dan energi. "Cling" blackberry...

Selamat ultah Rara ^^

Yeahh minggu! Sebenernya ultahnya rara jatuh pada 25 november kemarin. Tapi berhubung kami semua pada kerja baru bisa dirayain hari ini. Sedikit flashback ke masa lalu, bisa dibilang rara adalah temen pertama gue di kampus. Secara, gue mahasiswi rantauan baru kenal jakarta dan ga punya temen yang gue kenal di kampus biru ini. Waktu pertama kali gue kenal rara di masi kuruuuuss bingit, dan gue juga masi kuruus. Hahahahaha.. akhirnya gue beraniin diri untuk ajak kenalan, dan ga berasa persahabatan kami udh lanjut sampe sekarang. Rara itu seumuran kaka gue, dia kelahiran tahun 90, dan gue tahun 92. Di geng kami (ceileh geng), gue, apipup, ezra n eli adalan kelahiran tahun 92. Sedangkan taping dan rara kelahiran tahun 90. Meski begitu tetep aja ga ada yg dewasa, semua sama gila dan bocor abis. Yeahh, i miss my campuss life! Cuma bisa bilang, hepii birthdayy raraa. Semoga sll sehat, sukses sayanh sama mama papa mbi angga mas adit, dan tentunya kita : Basreng!! Np: oia, gue makan banya...